Tuesday, March 15, 2016

Tingkatan Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini atau premature ejaculation adalah ejakulasi cepat yang dialamim oleh pria ketika melakukan kegiatan seksual. Ejakulasi dini menjadi masalah seksual paling umum pada pria selain impotensi. Dan impotensi sangat berkaitan dengan ejakulasi dini. Banyak pria yang gagal mencapai ereksi juga mengalami ejakulasi dini. Ejakulasi dini yang jarang terjadi mungkin tidak menjadi masalah. Namun jika ejakulasi dini dialami 50% atau lebih dari hubungan seksual, maka kondisi tersebut harus diobati.

Kebanyakan profesional yang mengobati ejakulasi dini mendefinisikan kondisi ini sebagai terjadinya ejakulasi lebih awal dari keinginan kedua pasangan. Jadi, persepsi ejakulasi dini pada setiap individu berbeda. Definisi yang berarti luas ini menghilangkan asumsi bahwa ejakulasi dini harus ditentukan dengan waktu tertentu. Misalnya, pria mencapai klimaks dan ejakulasi setelah 5 menit dan wanita orgasme juga dalam waktu lima menit, selama kedua pasangan puas, maka pria tidak dikatakan ejakulasi dini. Disisi lain, Meskipun pria bisa menahan ejakulasinya hingga 20 menit, namun pasangannya baru bisa orgasme setelah 35 menit, maka pria tersebut dapat dikatakan mengalami ejakulasi dini.

Pendapat tentang ejakulasi tersebut masih menjadi kontroversi, banyak juga ahli yang menentang definisi ejakulasi dini seperti itu. Namun yang jelas, ejakulasi dapat dikatakan “dini” jika rata-rata keluar kurang dari lima menit.

Secara umum ejakulasi dini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Lifelong premature ejaculation yang artinya ejakulasi seumur hidup, ejakulasi dini yang selalu dialami pria sejak masa pubertas hingga dewasa. Ejakulasi dini seumur hidup biasanya berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

Acquired premature ejaculation adalah ejakuasi dini pada pria yang sebelumnya bisa mengontrol ejakulasinya dan kemudian mengalami ejakulasi dini karena masalah tertentu. Ejakulasi dini jenis ini biasanya tidak berkaitan dengan kondisi medis, namun cenderung lebih disebabkan oleh obat psikotropika dan narkoba.

Kriteria Diagnostik (DSM-5)

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5), mengklasifikasikan ejakulasi dini adalah masalah seksual yang dialami pria dengan gangguan disfungsi seksual yang biasanya ditandai dengan ketidakmampuan klinis yang signifikan untuk merespon seksual atau untuk mengalami kenikmatan seksual.

Fungsi seksual melibatkan interaksi yang kompleks antara faktor-faktor biologis, sosial budaya, dan psikologis. Kompleksitas interaksi ini membuat sulit untuk memastikan etiologi klinis disfungsi seksual. Sebelum diagnosis disfungsi seksual dibuat, masalah yang dijelaskan oleh gangguan mental non-seksual atau stres lainnya harus terlebih dahulu dibenahi. Dengan demikian, di samping kriteria ejakulasi dini, hal-hal berikut ini juga harus dipertimbangkan

  • Faktor Pasangan. Misalnya, masalah seksual yang dialami pasangan, atau juga masalah kesehatan lain.
  • Faktor hubungan. Misalnya, masalah komunikasi dan tingkat yang berbeda dari gairah seksual untuk aktivitas seksual. Satu contoh, pria yang mudah terangsang sementara wanita membutuhkan stimulasi lebih untuk bergairah.
  • Faktor trauma individu. Misalnya, riwayat pelecehan seksual atau emosional, kondisi kejiwaan yang ada seperti depresi, atau stres seperti kehilangan pekerjaan.
  • Faktor budaya atau agama. Misalnya, hambatan atau sikap bertentangan tentang seksualitas.
  • Faktor medis. Misalnya, kondisi medis yang ada atau efek obat.

Kriteria spesifik dari DSM-5 tentang ejakulasi dini adalah sebagai berikut:

  • Hampir setiap kali berhubungan seksual atau 75%-100% aktivitas seksual mengalami ejakulasi dalam waktu 1 menit penetrasi penis-vagina dan sebelum individu menginginkan itu.
  • Gejala di atas telah berlangsung selama minimal 6 bulan.
  • Gejala-gejala di atas menyebabkan penderitaan yang signifikan bagi individu.
  • Ada gangguan nonseksual yang mempengaruhi mental, kondisi medis, efek dari obat atau obat, atau hubungan distress berat atau stres penting lainnya.

Tingkat keparahan ejakulasi dini dapat ditentukan sebagai berikut:

  • Ringan. terjadi dalam waktu kurang lebih 5 menit penetrasi vagina.
  • Sedang, terjadi dalam waktu kurang lebih 1-3 menit penetrasi vagina.
  • Parah, terjadi sebelum aktivitas seksual, pada awal aktivitas seksual, atau dalam waktu kurang dari satu menit penetrasi vagina.

Durasi disfungsi ditentukan sebagai berikut:

Lifelong (seumur hidup). Ejakulasi dini yang dialami sejak pengalaman seksual pertama
Acquired. Berkembang setelah periode fungsi seksual relatif normal
Selain itu, konteks di mana terjadi disfungsi seksual ditentukan sebagai berikut:

Generalized, tidak terbatas pada beberapa jenis stimulasi atau rangsangan, situasi, atau pasangan.

Situasional, terbatas pada jenis tertentu stimulasi atau rangsangan, situasi, atau pasangan.

Mengingat ejakulasi dini memiliki level atau tingkatan berbeda, Anda juga harus memilih pengobatan yang sesuai dengan tingkat ejakulasi dini yang Anda alami.

Berikut adalah obat kuat herbal yang mengobati ejakulasi dini sesuai tingkatannya

  • Magic Oil, obat kuat oles herbal untuk menjaga agar ereksi lebih kuat, dan aman dikonsumsi secara reguler
  • Durevel, obat kuat oles herbal untuk mengatasi ejakulasi dini dengan cepat, dengan efek sedikit kebas atau mati rasa, dan sebaiknya digunakan seperlunya saja.

No comments:

Post a Comment