Monday, March 14, 2016

Gejala dan Penyebab Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini (Premauture Ejaculation) adalah disfungsi seksual yang paling umum dialami pria. Ejakulasi dini mempengaruhi 25% sampai 40% dari pria di di dunia ini. Ada dua variabel yang menentukan bahwa pria memiliki ejakulasi dini, yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan pria untuk ejakulasi dan berapa lama kedua pasangan menginginkan hubungan seks untuk berakhir. Berdasarkan kedua variabel tersebut para peneliti telah mulai membentuk definisi kuantitatif ejakulasi dini.

Kadang yang menjadi masalah adalah ejakulasi dini terjadi karena stimulasi yang terlalu lama untuk mencapai ereksi. Ejakulasi dini lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda dan biasanya akan hilang dengan meningkatnya pengalaman seksual. Kecemasan merupakan penyebab utama ejakulasi dini. Terapi psikologis dan obat dengan sertraline dipercaya dapat efektif. Namun banyak yang melaporkan, tingkat keberhasilan sertraline untuk ejakulasi dini sangat bertentangan, banyak yang tidak merasakannya.

Para peneliti mendefinisikan ejakulasi dini menggunakan stopwatch. Berdasarkan penelitian tersebut dilaporkan bahwa ejakulasi rata-rata pria usia 18-30 tahun memiliki ejakulasi normal saat berhubungan intravaginal dalam enam setengah menit.

Apa Saja Gejala Ejakulasi Dini?

Gejala adalah sesuatu yang dapat dirasakan dan dijelaskan oleh indra pasien, sedangkan tanda adalah sesuatu yang orang lain dapat melihatnya. Ejakulasi dini adalah keluarnya air mani dari penis, biasanya disertai dengan orgasme terjadi lebih cepat dari yang diinginkan selama aktivitas seksual. Ejakulasi dini ditandai dengan kurangnya kontrol atas ejakulasi yang mengganggu kinerja seksual yang optimal. Ejakulasi dini biasanya terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi selama hubungan seksual.

Apa Penyebab Ejakulasi Dini?

Faktor psikologis biasanya berkontribusi terhadap ejakulasi dini. Ejakulasi dini dapat disebabkan oleh:

  • Depresi, stres atau masalah psikologis lain
  • Kekhawatiran tentang kinerja seksual
  • Riwayat represi seksual
  • Kurangnya keseluruhan kepercayaan terhadap pasangan
  • Dinamika interpersonal yang sangat berkontribusi terhadap fungsi seksual
  • Kurangnya komunikasi antara pasangan, melukai perasaan, atau konflik yang belum diselesaikan yang dapat mengganggu kemampuan untuk mencapai keintiman emosional.
  • Ejakulasi dini juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, antara lain:
  • Gangguan tiroid
  • Infeksi prostat atau uretra
  • Sistem refleks aktivitas ejakulasi yang abnormal
  • Kerusakan sistem saraf dari operasi
  • Trauma yang menyangkut kehidupan seksual
  • Hormon yang abnormal
  • Kadar kimia tertentu dari otak yang abnormal

Ejakulasi dini karena neurologis juga dapat menyebabkan bentuk lain dari disfungsi seksual, atau mengintensifkan masalah yang ada. Dalam konteks yang kurang patologis, ejakulasi dini juga bisa disebabkan hanya karena gairah seksual yang ekstrim atau berlebihan.

No comments:

Post a Comment