Thursday, March 10, 2016

Cara Menyembuhkan Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini merupakan keadaan dimana seorang pria dianggap terlalu cepat mengalami ejakulasi saat berhubungan seksual. Ejakulasi kadang-kadang merupakan hal yang tidak perlu diwaspadai namun ketika hubungan seksual Anda seringkali diakhiri dengan ejakulasi dini maka sebaiknya hal ini perlu diwaspadai dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ejakulasi dini dibagi menjadi dua, yaitu:

Ejakulasi dini sekunder yaitu ejakulasi dini yang dialami oleh seorang pria yang sebelumnya memiliki ejakulasi yang normal. Keadaan ini dapat disebabkan oleh:

  • Keadaan psikologis seperti stress, cemas , depresi atau konflik dengan pasangan seksual
  • Keadaan fisik seperti penyakit prostat, tekanan darah tinggi, diabtes, dll

Ejakulasi dini primer yaitu ejakulasi dini yang dialami pria sejak pertama kali melakukan hubungan seksual. Keadaan ini dapat disebabkan oleh:

  • Trauma akan pengalaman seksual seperti adanya pelecehan seksual
  • Kebiasaan masturbasi atau onani dengan cepat
  • Faktor biologis yaitu kepekaan penis yang bertambah
  • Pengasuhan latar belakang

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan ejakulasi dini. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebaiknya lakukan konsultasi denga dokter agar dokter dapat memeriksa keadaan kesehatan Anda terlebih dahulu sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.

Penanganan yang bisa dilakukan antara lain:

1. Penanganan mandiri, seperti;

  • Melakukan teknik pengendalian ejakulasi
  • Melakukan relaksasi
  • Melakukan hubungan seksual dengan posisi wanita diatas
  • Mengambil nafas dalam-dalam ketika akan ejakulasi
  • Penggunaan kondom yang tebal

2. Penanganan dengan obat-obatan seperti:

  • Obat anestesi topikal yang digunakna sebelum melakukan hubungan seksual
  • Menggunakan obat antidepresan

3. Melakukan konseling dengan dokter

Olahraga merupakan aktivitas yang baik untuk kesehatan. Melakukan olahraga secara rutin dapat membuat tubuh menjadi semakin bugar. Namun, untuk penanganan ejakulasi dini primer sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter.

No comments:

Post a Comment